Alita Kini Ingin Tampil Kedepan
PT. Alita Praya Mitra berdiri pada tahun 1995 sebagai sebuah perusahaan Penyedia jasa solusi total dalam bidang teknologi Informatika dan Komunikasi.
Alita mulai membesar manakala di tahun 1996, ia beroleh kontrak membangun infrastruktur telekomunikasi di Kamboja bersama sama PT. Indosat. Setelah itu, Alita terus berkembang karena mendapatkan kepercayaan dari berbagai perusahaan di Indonesia, seperti yang dikatakan Direktur Utara PT. Alita Praya Mitra, Ita Yuliati : Di Indonesia, klien kami kebanyakan adalah pelaku industri telekomunikasi seperti operator telepon Telkomsel, Esia, Mobile 8, Indosat dimana kami membangun jaringan kabel optik, membangun menara BTS dan infrastruktur infrastruktur lainnya. Sementara di bidang IT, kami menyediakan infrastruktur smardcard solution, seperti sistem ticket untuk Busway di Jakarta dengan bekerjasama dengan mitra usaha kami di Malaysia. Selain itu, kami menyediakan hosting dan software solution untuk business process yang mampu mengintegrasikan tiga sistem berbeda yakni SAP, IBM dan Oracle. Software solution ini biasanya dipesan oleh perusahaan yang bergerak dalam bidang supply chain, cash management dan tracking kendaraan, seperti yang telah kami lakukan untuk Pertamina yang ingin memantau pergerakan truk pengangkut minyak di Sulawesi dengan memakan teknologi GPS . Karena bisnisnya yang semakin berkembang, pada tahun 2006, Alita memperoleh pendapatan 40 juta dollar. Dan ditahun 2007, Alita mentargetkan beroleh pendapatan i 60 sampai 70 juta dollar Amerika karena peluang mengembangkan pasar di Indonesia masih sangat terbuka. Dan ditahun 2010, Alita berencana akan melakukan IPO sebagai bagian dari langkahnya untuk listing di bursa saham Jakarta. Berkaitan dengan itu, Alita merasa sudah saatnya tampil kehadapan dan dikenal banyak orang setelah bertahun tahun tumbuh mantap tanpa gembar gembor. Dalam usahanya memperkenalkan diri dan memperluas jaringan, Alita Praya Mitra membuka gerai di pameran Broadcast dan CommunicAsia di Singapura bulan Juni lalu. Dan direktur utamanya, Ita Yuliati mengatakan selama pameran Alita beroleh mitra potensial. Buat Alita ini adalah pameran yang pertama di luar negeri. Saya selalu hadir dalam pameran Broadcast dan CommunicAsia setiap tahun. Dan tahun ini, saya rasa sudah waktunya Alitas untuk berpameran di luar negeri, tidak hanya di Singapura melainkan juga di Vietnam dan beberapa negara lainnya. Selama pameran di Singapura, kami mendapatkan respond yang baik. Kami selama ini tumbuh diam diam alias tidak gembar gembor. Bahkan di Indonesia sendiri, Alita lebih dikenal sebagai kontraktor pemasang kabel dan menara BTS. Karena baru memperkenalkan diri, Alita tidak mematok nilai kontrak yang harus diraih selama pameran di Singapura karena penekan kami berpameran di Singapura adalah membangun hubungan dan mencari mitra bisnis mancanegara. Kami mendapat tamu dari Myanmar dan tertarik dengan produk serta jasa layanan kami. Jika memang berlanjut, kami mungkin akan membangun berbagai sarana dan prasarana baik di bidang IT maupun telekomunikasi. Bahkan Tamu dari Myanmar itu tertarik untuk menggandeng Alita memproduksi alat alat yang berkaitan dengan pembangunan menara. Kami akan mengajak pihak pihak lain di Indonesia untuk melaksanakan proyek di Myanmar itu. Selain dari Myanmar, selama pameran BroadcastAsia dan Communicasia di Singapura, kami juga sempat berbicara dengan investor India yang berminat menjalin kerjasama dalam usaha perakitan antena. Demikian penjelasan direktur utama PT. Alita Praya Mitra, Ita Yuliati mengenai potensi pengembangan usahanya di bidang bisnis teknologi informatika dan telekomunikasi. Respon pengunjung yang didapatkan induk dari enam perusahaan ini selama berpameran di Singapura, tentunya akan membuat Alita semakin percaya diri untuk tidak hanya menjadi pemain tangguh pasar domestik melainkan juga memenangkan kompetisi digelanggang internasional. ( Budi Setiawan. bsetiawa@mediacorp.com.sg )

